Sunday, 4 September 2016

Seni Mengkritik dan Menerima Kritik ala surabaya

TeknikMenerimaKritikan  Caridan Tanya: milikilahteman yang maujujurmengoreksi. Tanyakankepadanya, “apa yang mestisayasempurnakan?” kesalahanmana yang dikoreksi?” belajarlahbertanyakepada orang lain dannikmati saran-saran yang merekalontarkan.  NikmatiKritik: persiapkandiriuntukmenerimakenyataanbahwakoreksiitutidakselaluharussesuaidengankeinginankita. Ada kalanyaisinyabenar, caranyasalah. Kita harusbersyukurdanbersabar. Kadangterjadi, isinyasalahcaranyasudahbenar. Untukitu, kitaharusmintamaafdanberterimakasih. Jadikalauada yang mengkritik, usahakanjanganpernahberkomentar. Janganmemmotongpembicaraanapalagimemberibantahan. Belajarlahuntukdiamdanmenjadipendengar yang baik.  Kritikharusdisyukuri:janganmelemparkomentarapa pun kecualilontaranucapanterimakasih yang tuluskepada orang yang memberikritik.  Evaluasidiri: jujurlahkepadadirisendiriterhadapkritikdankoreksi yang datang. Jangansibukmenyalahkanpengkritik. Camkandalamhati “O, kritikinipertolongan Allah. Iniadalahjawabandari Allah atasdoa-doakitauntukditunjukijalan yang lurus.” Segalapujibagi Allah yang telahmenggerakkanlisan orang seseoranguntukmenyatakanapa yang salahdanmenunjukkanmana yang benar.  Perbaikidiri: buatlah program perbaikandengansungguh-sungguh. Jadikanlah program perbaikandirisebagai rasa syukurataskritik yang datang. Mintatolonglahkepada Allah. Karenaperubahanhanyaakanterjadiataspertolongan Allah jua.  Balas Budi: janganlupauntukmengirimkantandaterimakasih. Bisabarangberharga, makanankesukaannya, sepucuksuratatau minimal informasikepada yang mengkritikbahwakitaberterimakasihataskebaikannya. SeniMengkritik  Niatharusikhlas: Rasulullah Saw. Bersabda, “sesungguhnyaamalan-amalanitutergantungpadaniatnya.” sungguh, wahaisahabat, niat yang salahakanmempengaruhipertolongan Allah padakita. Makaniatkanbahwakoreksi yang kitasampaikandidorongolehkeinginan yang tulusuntukmembantuiamenyadarikesalahannya. Memberinyadukungan agar termotivasiuntukbisamemperbaikidirinyadanmembantu agar diaistiqamahdalammeningkatkankualitashidupnyatersebut.  Perhatikansituasidankondisi: sebaik-baiksituasiadalahkeadaan yang tenang, keadaantubuh yang sehatwalafiat. Kondisikeduapihakjugasedanglapang. Itudilakukandenganpenuhkeakrabandanpersahabatan. Walhasil, dalammeluncurkankritikakanlebihringandijalanidanlebihmemungkinkanuntukdirenungkansecarabijaksanaoleh orang yang menerimakritik.  Perhatikancara: yang pertamadalammengkritikdanmengkoreksi orang lain adalahjanganemosional. Janganmemperturutkanhawanafsudankemarahan. Sebabdenganamarah, tidakjelaslagikritikapa yang maudisampaikan, bahkansangatberesikomenimbulkankesalahpahaman. Yang keduaialahsampaikandenganmetode “pesanaku”. Contohdalamkeluarga, Bapakmisalnyamengatakan, “anak-anak, bapaklebihsukajikarumahinidapat .rapidanbersih. Lebihbahagiajikaruanganinidapatkitatatadenganindahhinggaterlihatasridanmenyenangkan.” Kata-kata diatasjelaslebihbaikdaripadauntaian kata-kata kasarsemacamini, “aduhanak-anak, kalian kotorsekali. Pemalassemuanya. Lihatitu! Berantakansanasini. Apa kalian tidakmaumembereskannyasedikitpun? aduh! Menjijikkansekali.” Sangatjelas, kata-kata yang bernadaserangansemacamituakanmembuat orang sibukmembeladiriataubahkansakithati. Orang itudapatdipastikansudahtidakmaumendengarapalagimengikutiapa yang kitainginkan. Cara yang ketigagunakanteori “Burger”. Trikmakananiniibaratmakanan Burger. Jadipujiduludenganpujian yang proporsiaonalkemudiansegeramasukkankoreksi yang bernadatidakmenggurui, lalupujilagipadaujungnya. Contoh, suatuketikaseorangsuamimemberikanceramah di mukaumum. Ternyaistrinyamengganggapadahal-hal yang taklayakdiungkapolehsuamidalamceramahnyatadi. Makaseorangistriyagbijaktidakakansegeramengoreksidengancacian. Melainkansebagaicontoh, sang istrimenyampaikan, “bang, tadisebetulnyaceramahnyasudahbaik, insyaAllahakanlebibaiklagikalaugurauannyalebihterjaga. Tidakmenggunakan kata-kata yang vulgar. SayayakinAbang bias melakukannya.” Jadi, orang kemudiantidakterhinaolehkoreksikita. Lalu, isidenganapa yang kira-kiradapatmembuatdialebihbaikdantermotivasiuntuksegeramelakukannya. Yakinkan pula bahwainibermanfaatbuat dia.  Pantangankritik: jangansekali-kali mengkritik orang dihadapanbanyak orang, sebabhalitutidakdiartikansebagainasihat, melainkandimaknaisebagaiupayamempermalukandirinya. Kritikataukoreksiakanlebihterjagabiladilakukan di waktudantempat yang lebihtersendiri.  Siapuntukditolak: kitaharussiapbahwa orang yang kitakoreksibelumtentumenerimakoreksitersebut. Bisajadiinikarenacarakita yang kurangbagus. Ataumungkindiamemilikipersepsiyang berbedaterhadapapa yang kitaanggaplayakuntukdikoreksi. Insya Allah kalauikhlas, walaupundihadapankitaiatampakmenolak, siapatahupadasaatdiasedangsendirian di malamhari, misalnya, diaakanlebihlapangdalammerenungkankoreksian yang sudahkitasampaikan. Sanatmungkinakhirnyadiamenerimadanbersediasepenuhhatimenjalankanapa yang kitasampaikan.  Janganmerasaberjasa:kendalikanhati. Jangansampaikesuksesanmengubahseseorangmembuatkitalupadiri. Teguhkankeyakinanbahwahanya Allah yang berkuasamengubahseseorang, sementarakitasendiripatutmensyukurinya. Sebab. Allah SWT telahberkenanmenjadikandirikitasebagaijalanbagidatangnyapertolongan Allah kepada orang tersebut. Penutup Demikianlahsemogakitamenjadi orang yang beruntungsebagaimantersuratdalam QS. Al Ashr 1-3. Begitujelasdalamsurattersebutbahwakesuksesanseseorangdalammenggunakanwaktubergantungpadakemampuannyadalammemberidandiberinasihat. Sudahmenjadijaminan-Nya bahwabilaseseorangmaumemberinasihatdalamkebenarandankesabaran, itumerupakantanda-tandasuksesseoranghamba di duniadanakhirat. Dari uraianini, semoga Allah memberikitakemampuanuntuktulusdantepatmemberikankritik. Semogakitaselaludidekatkandengan orang-orang yang tulusmemberikankritikannyadanmeng-anugerahikitakelapanganuntukmendengarkritik. Nabi Muhammad Saw. Bersabda“ tidakakanpernahmasuk surge orang yang di dalamhatinyaadakesombongannwalausebesarbijisawi.” Dan satucirikesombonganialahketik Seseorangmeremehkan orang lain danketikaiamenolakkebenaran. Rasulullah SAWbersabda, “nasihat, kritikanitumerupakansedekah yang amatberhargabagisetiap Muslim.” Akhirulkalam, selamatmenikmatikritik.

No comments:

Post a Comment